Kamis, 16 Maret 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 1: Dasar Bahasa Hindi)

Posted by with 3 comments


Halo-halo kali ini saya akan mengulas sedikit tentang keberagaman Bahasa Hindi. Saya juga sambil belajar mempelajarinya. Mengapa India? Karena saya menyukai semua tentang India baik Film, Serial TV, Budaya, Pariwisatanya, juga makanannya. Sampai-sampai saya juga dikira memiliki garis keturunannya :p. Mungkin karena Ayah saya sih, sejak muda sudah menyukai film India.

India juga hampir sama dengan Indonesia memiliki bahasa lain selain bahasa Ibunya, Hindi. Setiap daerah di India, juga memiliki bahasa daerahnya sendiri. Menurut Sensus India 2001, India memiliki 122 bahasa utama dan 1599 bahasa lainnya (wikipedia), di antaranya Hindi • Gujarati • Kannada • Kashmir • Bengali • Malayalam • Marathi • Nepal • Odia • Punjabi • Sanskerta • Sindhi • Tamil • Telugu • Tulu • Urdu, dsb. Bahasa Indonesia merupakan bahasa serapan yang berasal dari bahasa Sansekerta dan Hindi, maka dari itu bahasa Indonesia dan Hindi ditemukan banyak kesamaan.

Bahasa Hindi (मानक हिन्दी) adalah bahasa resmi utama Negara India selain bahasa Inggris, dan dituturkan sebagai bahasa persatuan tersebarnya penduduk India di seluruh dunia. Hindi berakar dengan bahasa-bahasa Indo-Arya seperti Sanskerta, Urdu, dan Punjabi, selain bahasa-bahasa Indo-Iran dan Indo-Eropa, seperti Tajik, Pashto, Serbo-Kroasia, hingga Inggris. Seperti di Indonesia yang memiliki Aksara Nusantara; Jawa, Bali, atau Sunda, India juga memiliki Aksara Hindi bernama Aksara Devanagari yang digunakan sebagai abjad resmi dalam penulisan bahasa Hindi.

Sebelumnya sudah ada website wikihow yang menerangkan tentang bagaimana penggunaan bahasa Hindi. Namun, kali ini saya akan mencoba menerangkan sedikit-sedikit tentang penggunaan bahasa Hindi dan beberapa bahasa yang sering digunakan. Bagi yang senang menonton serial TV India (tanpa dubbing) atau filmnya akan familiar dengan kata-kata atau kalimat yang akan saya terangkan nanti. Dalam bahasa Hindi ada beberapa pelafalan yang berbeda dengan huruf, penekanan pada pembacaannya, lalu ada juga penggunaan kata ganti pemilik, orang, baik tunggal atau jamak.
 

Kata Ganti Pemilik 

Ada penggunaan kata ganti pemilik:
  • Milikku = Mera / Meri / Mere (Jamak)
  • Milik Anda = Aapka / Aapki / Aapke (Jamak)
  • Milikmu = Tumhara / Tumhari / Tumhare (Jamak)
  • Milik kau = Tera / Teri / Tere (Jamak)
  • Miliknya = Iska / Iski / Iske (dekat) (Jamak)
  • Miliknya = Uska / Uski / Uske (jauh) (Jamak)
  • Milik kita/kami = Hamara / Hamari / Hamare (Jamak)
  • Milik kalian = Aapka / Aapki / Aapke (Jamak)
  • Milik mereka = Inka / Inki / Inke (dekat) (Jamak)
  • Milik mereka = Unka / Unki / Unke (jauh) (Jamak)
Lalu apa beda dari ketiga kata ganti tersebut? Nah, semua kata benda dalam bahasa Hindi memiliki jenis kelamin, yaitu maskulin (M) dan feminin (F). Jenis kelamin kata benda itu sangat penting untuk kita ketahui karena akan berpengaruh pada kalimat, termasuk penggunaan kata ganti kepemilikan. [1]
Misalnya:

  1. Kata 'Mera' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin maskulin yang berjumlah hanya satu.
  2. Kata 'Meri' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin feminin, baik yang berjumlah hanya satu atau lebih dari satu.
  3. Kata 'Mere' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin maskulin yang berjumlah lebih dari satu.
Sebuah aturan sangat umum untuk menentukan jenis kelamin kata benda adalah kata-kata yang berakhir dengan bunyi vokal आ aa biasanya maskulin, kata benda maskulin yang tidak memiliki akhiran apa-apa juga bisa kita pakai untuk mengetahui apa jenis kelamin dari kata benda tersebut, misalnya Naam (Nama), Ghar (Rumah), dsb. Sementara kata-kata yang berakhir dengan bunyi vokal ई ee biasanya feminin. Kata benda feminin juga dibagi menjadi dua. Kelompok pertama adalah kata benda feminin yang berakhiran dengan huruf vokal -i atau -iya, misalnya Saari (kain Sari), Budhiya (Wanita tua)  Akan tetapi, ada banyak pengecualian untuk aturan ini, jadi Anda harus mempelajari jenis kelamin setiap kata benda dengan mengingat dan berlatih.

Sebagai contoh: kata benda untuk jenis kelamin maskulin adalah: larkaa (M) dan kata benda untuk jenis kelamin feminim adalah: larkee (F). Jadi, dalam kasus ini, aturan penentuan jenis kelamin yang umum berlaku. Di sisi lain, kata benda seperti केला kelaa (pisang) (M) dan mez - meja (F) atau ghar - rumah (M) merupakan pengecualian terhadap aturan umum penentuan jenis kelamin. Ada kata benda feminin juga yang tidak memiliki akhiran apa-apa. Contoh : Kitaab  (Buku), Maata  (Ibu), Aurat (Wanita) [2]


Kata Ganti Orang
Berikut adalah kata ganti orang dalam bahasa Hindi:
  • Saya/aku : Main ( मैं )
  • Anda : Aap ( आप )
  • Kamu : Tum ( तुम )
  • Kau : Tu ( तू )
  • Dia (dekat) : Yah ( यह )
  • Dia (jauh) : Vah ( वह )
  • Kita / kami : Hum ( हम )
  • Mereka (dekat) : Ye ( ये )
  •  Mereka (jauh) : Ve ( वे )
Ada tiga kata dalam bahasa Hindi yang bisa digunakan untuk merujuk kepada kata ganti orng kedua tunggal (Kamu), yaitu 'Aap', 'Tum', dan 'Tu'. [3]
  • 'Aap' digunakan kepada orang yang lebih tua dari kita, orang yang dihormati atau orang yang baru kita kenal.
  • 'Tum' digunakan kepada teman sebaya.
  • 'Tu' digunakan kepada orang yang sudah benar-benar akrab

Kata Ganti Penunjuk
Berikut adalah kata ganti penunjuk dalam bahasa Hindi:
- Ini (dekat) : Yah/Ye (Jamak)
- Itu (dekat) : Vah/Ve (Jamak)
- Ini (jauh) : ye
- Itu (jauh) : Ve

Contoh: Ini adalah bukuku (Yah meri kitaab hai); Itu adalah kucing-kucingku: (Ve meri billiyan hain)


Kata ganti tak tentu 
Kata ganti tak tentu adalah kata ganti yang digunakan untuk benda yang belum jelas wujud, jumlah, ataupun asalnya.Ada dua kata ganti tak tentu dalam bahasa Hindi, yaitu 'Koi' dan 'Kuchh'. 'Koi' digunakan untuk manusia sedangkan 'Kuchh' digunakan untuk benda.
Contoh:
Seseorang sedang duduk di sana: (Koi wahaan baitha hua tha)

Nah, apabila kita ingin membuat kalimat dalam bentuk negatifnya, kita hanya perlu menambahkan kata 'Nahi/Nehi' setelah kata 'Koi' dan 'Kuchh'.
Contoh: Tidak ada siapapun di rumah (Ghar pe koi nahi hai) [3]


Kata Ganti Penanya   
Kata ganti penanya adalah kata ganti yang berfungsi untuk menanyakan benda, keadaan, jumlah, dll. Kata ganti penanya dalam bahasa Hindi:
- Apa?: Kya ( क्या )
- Mengapa?: Kyon ( क्यों )
- Bagaimana : Kaisa ( कैसा ) /Kaisi/Kaise
- Siapa?: Kaun ( कौन )
- Berapa?: Kitna ( कितना ) /Kitni/Kitne
- Kapan?: Kab ( कब )
- Di mana/ke mana? : Kahan ( कहां )

Contoh:
Ada Apa? Kya hua?
Apa kabar?
Aap kaise hai? 
Apa yang sedang kamu lakukan? Tum kya kar rahe ho?
Siapa nama Anda? Aapka naam kya hai?
Anda siapa? Aap koun hai? 
Ada apa denganmu? Kya hua tumko?
Ih Kamu gila? 
Pagal ho tum?

Pasti banyak pertanyaan, mengapa sih di setiap akhir kalimat bahasa hindi selalu ada kata 'Hai'/'Hain'?. Kata 'Hai' dan 'Hain' itu sendiri adalah kata bantu atau to be dalam bahasa Hindi, yang memiliki fungsi yang sama dengan kata 'am', 'is' atau 'are' dalam bahasa inggris atau dalam bahasa indonesia kata 'adalah' atau ialah.

Nah, Bagiamana? sedikitnya anda mengerti Bahasa Hindi yah. Nanti saya akan memberikan beberapa kata/kalimat yang sering digunakan saat percakapan sehari-hari. Saat membaca ini kepalanya jangan ikut gerak-gerak ya.. heu. Shukriyaa! Namaskar!

... to be continue... :)


 https://id.duolingo.com/images/courses/hi/full_colored.svg

3 komentar:

Jejak Katumbiri mengatakan...

Ternyata Bahasa Hindi ada maskulin feminin nya juga Ya.. Tampaknya kok hanya bahasa Indonesia/Melayu yg struktur bahasanya sederhana 😁

Tatat

.dedeph. mengatakan...

iyaa mba. bahasa indonesia yg bebas mau apa tetep sama. setelah blajar bahasa hindi ternyata pusing juga hahaa

pitha mengatakan...

mba dedeph,minta kontak dong...mohon bales ya ... pliiiiss