Jumat, 29 September 2017

Traveling ke Malaysia: Jalan-jalan ke Negeri Jiran [Part 1]

Posted by with No comments
Pertama ke Luar Negeri? Wah, itupun berlaku untuk saya, lho. Sejak dulu saya sudah memiliki paspor, tapi belum kesampaian untuk menghiasi isinya dengan cap-cap negara-negara lain. Sebenarnya saya sih masih ingin mengeksplor Indonesia lebih dalam. Mencoba sesuau yang baru itu adalah sebuah tantangankan.

Trip ini muncul karena berawal dari wacana sederhana teman-teman kantor untuk liburan hemat dan singkat ke Malaysia. Akhirnya sebagai bos travel dadakan saya membuat rencana atau itinerary tempat manakah yang akan kami tuju. Saya sendiri belum pernah mengunjungi Malaysia sebelumnya. Berbekal dari  hobi traveling, membaca blog-blog orang, serta peta digital akhirnya hari per hari pun terselesaikan. Membuat  itinerary tanpa pernah mengunjungi negaranya adalah hal yang susah-susah gampang, tapi selain percaya pada kemampuan pribadi, percaya juga pada peta digital yang semakin lama semakin canggih. Selain itu, saya juga bertanya kepada beberapa teman yang pernah ke sana dan tinggal di sana.

Perjalanan kami ke Malaysia kali ini  low budgeting artinya explore sendiri tanpa guide. Tiket pesawatpun sudah dibooking jauh-jauh bulan, maklum perjalanan kali ini tidak sendiri, berdua, atau bertiga tapi berenam belas. hahaa 😁 Selain bersama teman sekantor, beberapa diantaranya ada yang membawa keluarga, anak atau istri juga. Maka sebagai "bos travel" saya harus memastikan semua tujuan, transportasi, akomodasi, dan tempat makan semua sudah lengkap dan jelas. Dari Bandung ke Kuala Lumpur kami mengambil penerbangan pagi pukul 08.40 dan sekitar 2 jam tiba di Kuala Lumpur. Saya melupakan satu hal bahwa zona waktu Indonesia dan Malaysia itu berbeda satu jam, Malaysia lebih cepat dari Indonesia. Alhasil kami tiba pada pukul 11.40. Saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Husein Sastranegara degan tujuan Internasional dan bandara ini sudah mengalami renovasi. Ruang tunggunya pun kini secantik bandara lain, nyaman dan cukup besar.



 




Perjalanan dari Bandung ke Kuala Lumpur membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Kami tiba di Bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) sekitar 11.40 waktu Malaysia. Pertama tiba di Bandara, langkah pertama mendatangi imigrasi stempat. Hmhm akan ditanyakan apa ya? Isu sana sini akan diwawancara ini itu, eh sampai waktu saya dipanggil, hanya di cap saja. :D Sebagai informasi KL ini juga menjadi tempat transit berbagai Negara maka tak heran jika antrian di imigrasi cukup panjang, bisa menghabiskan waktu 15-30 menit lho. Sayangnya, di imigrasi no pict jadi bayangkan saja panjangnya ya. 😄


Giliran saya menunggu beberapa teman yang masih setia berdiri di antrian. Karena kami rombongan jadi harus saling menunggu agar tidak berpecar. Setelah itu, barulah kami mengambil koper untuk menuju pintu keluar Bandara KLIA2. Sebagi informasi bahwa KL memiliki dua bandara KLIA dan KLIA2 maka kalian harus tahu menggunakan maskapai dan turun di terminal berapa. Kalau maskapai low price biasanya akan turun di KLIA2 :D Informasi tentang KLIA2 bisa didapatkan di websitenya mereka. http://www.klia2.info/




Selamat Datang di Malaysia. Tak lupa kami berpose di depan Bendera Malayia sebagai bentuk nyata kalau sudah tiba di sini. hehehe Sesuai dengan rencana kami akan menggunakan transportasi KLIA Express menuju KL Sentral. Ini kereta api cepat menghubungkan Bandara KLIA2 ke Pusat kota. Harga untuk transportasi ini 35 RM sekali jalan atau 110 RM untuk bolak-balik. Jika Anda belum yakin akan pulang dijam berapa, saran saya memilih untuk satu kali perjalanan. Kereta KLIA Ekspres ini ada setiap 20 menit sekali dan 33 menit sampai di Stasiun KL Sentral. Jadi, jika tertinggal dijam yang anda pilih bisa ikut dipemberangkatan selanjutnya. Jadwal KLIA Ekspres ini juga bsa dicek di http://www.klia2.info/rail/klia-ekspres/klia-ekspres-schedule-from-klia2-to-kl-sentral. Untuk memastikan jam berapa saja kereta ini tiba di stasiun. Selain KLIA Ekspres anda juga bisa menggunakan taksi online, Bus menuju KL Sentral dengan tarif yang relatif lebih murah 10-12 RM. Namun, waktu perjalanan 1-1,5 jam untuk sampai di KL Sentral.










Setelah tiba di Stasiun KL Sentral terlihat lah penuh sesak dan antrian ratusan orang yang ingin menuju beberapa tempat. Jika di Indonesia, sudah tanggal merah maka di Malaysia tidak. Hari besar jatuh di Jum'at 22 Septembernya. Maka, terlihat banyak orang yang masih beraktivitas. Jika datang ke sini pastikan anda sudah tahu akan naik apa dan akan kemana ya. Jika tidak, akan bingung. Tapi di sini kalian akan menemukan banyak peta tujuan yang dipasang di hamper setiap transportasi. Di KL Sentral ini tidak hanya terdapat KLIA Ekspres saja tapi ada juga Rapid KL, KTM, KTM Komuter, dan KL Monorel. 😊 Info Transportasi: http://www.klsentral.com.my/conn_main.aspx

Di KL Sentral ini juga banyak terdapat restoran siap saji, café atau restoran yang bisa Anda pilih untuk alternative makan siang. Kami memilih Meals Station. Ini hasil saya browsing dari berbagai blog dan katanya harga terjangkau kantong. Letaknya memang agak menyempit di jalan namun terlihat dari dalam Stasiun KL Sentral. Setelah dilihat harga relatif murah dan masih sesuai dengan lidah Indonesia. hahaa


Setelah selesai kami bergegas untuk menuju hotel dan check in karena waktu sudah menujukkan pukul 14.30 waktu sana. Berdasarkan google map jarak kl sentral dan hotel kami adalah 650 meter kami memutuskan untuk jalan kaki menyusuri jalanan. Namun ternyata kami diajak muter-muter. Saya bersama teman menyusuri sendiri jalanan yang tinggal 250 meter lagi. Karena kami rombongan akhirnya tidak melanjutkan perjalanan kaki dan menggunakan taksi online sebagai alternatif. Dijemput di Plaza Central menuju Brickfield KL Sentral. Ternyata memang hotel kami dekat dari sana. Maklum baru pertama. Kami mengeluarkan 3 RM dari Plaza Central ke Signature Hotel.

Sesampainya di Hotel ternyata ada kendala pada saat check-in bahwa dua kamar hotel kami tidak terdaftar padajah sudah lunas. Kami pesan melalui aplikasi travel online. Setelah 45 menit berlalu barulah kamar kami semua tersedia.  Ingat yah, bahwa pelayanan di sana tidaklah seramah di Indonesia maka jangan kaget. hehee Maka pastikan bahwa semua pemesanan sudah diterima/verifikasi oleh pihak hotel ya. Kami menginap di Siganture Hotel belakang stasiun KL Sentral dan ternyata dekat kawasan little india. hahaa rezeki emang gak ke mana :D Penginapan kami tidaklah kelas berbintang namun cukup untuk kami beristirahat. Karena kawasan India maka jangan heran kalau merasakan ada di Negara India. hahaa karena waktu kami tersita oleh proses check-in yang lama, maka ada beberapa tujuan perjalanannya kami ubah untuk ke hari lain. Semoga sih masih keburu ya.

Sebelum tiba di Malaysia ada beberapa tips dari saya ketika akan trip atau traveling tanpa guide.
  1. Cari Maskapai penerbangan yang sesuai dengan kantong Anda. Persiapkan tanggal kapan pergi dan akan pulang. Ini juga penting untuk Anda yang ingin mencari harga tiket promo. Selain via travel online, Anda juga bisa mengunjungi beberapa pameran travel fair yang bisa mendapatkan maskapai bintang 5 tapi harga promo.
  2. Persiapkan paspor dan pastikan paspor Anda masih berlaku maksimal 6 bulan pada saat penerbangan. Sesampainya di sana Anda akan dicek atau validasi data di imigrasi asal dan tiba, misalnya Malaysia.
  3. Mempersiapkan Peta Wisata. Untuk mencapai daerah yang kita tuju, harus tahu kita menginap di mana dan akan kemana saja. Peta wisata tak lagi seperti dahulu sudah ada aplikasi peta digital yang memudahkan anda mencari lokasi
  4. Mempersiapkan Peta Transportasi Umum. Di Malaysia sudah banyak transportasi umum menggunakan MRT, LRT, atau Bus Gratis yang diperuntukan untuk wisatawan. Asalkan kita tahu dari mana dan akan kemana. Transportasi Bandara ke pusat kota atau transportasi selama perjalanan di sana.
  5. Mempersiapkan aplikasi transportasi online. Ini juga sangat penting saat anda berada di sana, jika butuh mendadak tak ada lagi transportasi umum, Anda bisa menggunakan aplikasi online saat di sana. Karena transportasi umum beroperasi hanya hingga pukul 10 malam. Perlu diketahui bahwa kebanyakan mobil di sana adalah city car, jikalau anda dalam jumlah banyak harus memesan beberapa kali atau dibeberapa ponsel gengam (handphone).
  6. Tempat penginapan dekat pusat kota atau transportasi umum. Ini juga menjadi hal yang penting. Untuk memudahkan Anda berjalan tanpa guide di sana, pastikan bahwa penginapan Anda dekat dengan Transportasi Umum atau Stasiun. Karena kebanyakan wisatawan di sana memilih berjalan kaki ke stasiun ketimbang dengan taksi atau kendaraan sewa. Lebih memungkinkan anda memilih KL Sentral sebagai alternative untuk bermalam di Kuala Lumpur, karena memudahkan anda untuk menuju ke lokasi yang ingin Anda tuju
  7. Mempersiapkan uang Ringgit dalam jumlah cukup. Karena tak banyak dijumpai Money Changer di setiap perjalanan hanya di tempat tertentu, seperti Mall, Stasiun, atau Hotel. Harganyapun akan berbeda dengan Anda menukar di Indonesia.
  8. Mendaftarkan Paket Data Internet. Bagi seorang pengguna data internet adalah hal yang pentig untuk memiliki paket data, selain untuk berkomunikasi juga untuk kepentingan lainnya. Di Malaysia sinyal yang cukup stabil digunakan adalah Telkomsel dan XL karena sudah bekerja sama dengan Indonesia. Sebaiknya, mengaktifkan paket data dari Indonesia saja agar lebih aman.

Nah, bagaimana? Sudah siap menjelajah negeri sebrang tanpa guide? 😊 Canda tawa bersama teman-teman akan jadi pelipur rasa letih selama perjalanan lho. hehehe. Selamat traveling ya guys! 💋 💜 🙋

..to be continue..



Rabu, 16 Agustus 2017

Ada Chinatown di Bandung!

Posted by with 3 comments
Sudah sering mendengar Chinatown? Bagi yang sudah menjelajah kakinya ke Negara tetangga mungkin sudah pernah jalan-jalan mengitari tempat bernama Chinatown, seperti New York, Singapura, Bangkok, dan lain-lain. Chinatown itu tempat tinggal, pusat warga China atau pecinan. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang Chinatown di Bandung. Bandung identik dengan banyak tempat wisata yang unik dan Tempat wisata di Bandung, Chinatown ini berada di Jalan Klenteng No. 41 Bandung. Lokasinya dekat dari Bhakti Samudra Vihara, awas jangan sampai salah masuk. hehe (pengalaman). Di sana kita bisa menikmati suasana ala kampung Pecinan yang unik, seperti sedang menikmati jalan-jalan di China lho. Lokasi yang berada di tengah kota dan pusat kemacetan tak membuat saya gentar untuk datang mengunjunginya. Chinatown ini masih soft-opening belum sepenuhnya diresmikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Rencananya akan diresmikan di bulan Agustus ini setelah HUT-RI. Nah, bagi yang membawa kendaraan roda 4 memang agak sulit parkir, nanti akan di arahkan menuju parkiran di jalan besar dekat klenteng. Sebaiknya masuk dari Jalan Sudirman.



Untuk dapat masuk ke dalam area Chinatown Bandung, cukup membayar Rp20.000/orang. Harga tersebut sudah mencakup tiket masuk dan 1 botol air mineral. Chinatown ini buka setiap hari Minggu-Kamis: 14.00-22.00 WIB dan Jum'at-Sabtu: 12.00-24.00 WIB. Menurut sumber, Chinatown Bandung ini menggunakan lahan bangunan yang sebelumnya dikenal dengan Gedung Permaba (Perhimpunan Masyarakat Bandung), maka tempat ini tidak sebesar tempat wisata lainnya. Setelah gedung tersebut lama tak digunakan, akhirnya disulap menjadi sebuah tempat wisata yang menggambarkan suasana pecinan.[1]



Sebelum masuk ke dalam area Chinatown akan disambut oleh ornamen-ornamen khas pecinan, petugas tiket yang menyambutpun lengkap dengan baju khas tiongkok. Tempat ini  didominasi oleh warna merah dan kuning yang memang identik dengan citra budaya bangsa Tionghoa.  Karena saya dan teman sudah berniat untuk mengunjungi tempat ini, saya sudah mempersiapkan dengan menggunakan baju berwarna merah identik dengan China. Setelah melewati pintu masuk Chinatown akan ditemukan sebuah ruangan kecil mirip dengan museum tentang sejarah dan peninggalan kuno Tionghoa di Indonesia. Saya hari itu datang tepat jam 5 sore, suasana outdoor juga membuat suasana khas lain pada Chnatown ini. Melihat matahari terbenam juga menjadi pilihan untuk sejenak menikmati suasa Bandung.  Area ini juga dilengkapi dengan ratusan lampion indah, akan makin indah ketika senja mulai tiba di area ini warna-warni cahaya malam hari. Saya mengitari setiap sudut dari area ini. Banyak gambar-gambar dan benda-benda unik khas Tionghoa yang bisa membuat foto Anda lebih menarik dan bisa mempostingnya di sosial media. 😊







Semua kuliner di sini itu HALAL, baik dari segi bahan maupun proses pembuatannya. NO PORK, NO LARD tulisan ini juga ada di depan pintu area chinatown. Jadi, untuk yang beragama muslim, tak perlu khawatir untuk membeli makanan yang ada di sini. Selain itu, ada juga mushola dengan yang bersih dan cukup besar untuk memudahkan menjalankan ibadah shalat. Sambil menikmati hidangan kuliner di sini, kita juga disuguhkan dengan Live Music ketika malam hari. Jadi kita tak hanya merasa suasana yang artistik tapi juga bisa menikmati alunan-alunan musik di sini. Kuliner di sini juga bervariasi, mulai dari sate ayu, cuanki, baso tahu, bola ubi, lontong kari, mie kocok, ramen, kuliner Jepang, Thailand, dan lain sebagainya. Untuk harga kuliner di sini juga bervariasi mulai dari Rp25.000-Rp100.000. Saya merasa memang harga di sini sedikit lebih mahal daripada harga aslinya. hehhee Karena tidak boleh membawa makanan dan minuman, mau tidak mau kita harus beli di sana.  😁


Bagi yang ingin berkunjung ke Chinatown Bandung, sebaiknya menyiapkan kartu BCA Flazz atau Debit BCA, karena seluruh transaksi pembelian di tempat ini untuk sementara hanya dapat menggunakan fasilitas tersebut.  Mungkin agak sulitnya sih di sini, transaksi di dalam tidak menerima Tunai. Namun, bagi yang belum memiliki Kartu BCA Flazz tak perlu khawatir, karena di dalam area Chinatown Bandung ada booth yang membantu membuat fasilitas tersebut. 😊

Jadi, tertarik untuk mereleksasikan pikiran sejenak ke Chinatown? Ayo. Datang segera yah! Untuk info tentang Chinatown Bandung ini, bisa follow intagramnya di: @chinatown_bdg 🙋





Jumat, 11 Agustus 2017

Belajar Bugar

Posted by with No comments
Konsistensi dalam segala hal itu juga perlu termasuk soal kesehatan dan kebugaran tubuh. Kecintaan saya dengan olahraga adalah salah satu hal yang tak bisa lepas, selain kacamata, jam, dompet, dan telepon seluler. 😃 hahaha Saya menyukai olahraga sejak dulu, saat badan masih 38-40 kg, saya terus berolahraga, sekarang juga sih masih, harus walau berat badan kini tak sekecil itu hehehe Dulu olahraga yang saya tekuni adalah bulu tangkis dan lari. Pernah menjadi peserta dan finalis beberapa perlombaan bulu tangkis antarsekolah dan sempat akan menjadi juara tapi gagal. Sedih..tapi bahagia, kan tujuannya adalah menjadi bugar dan sehat walau badan kurus tapi tetap sehat.

Kini sudah menginjak usia >26 tahun adalah hal yang gampang-gampang susah untuk konsisten dalam berolahraga. Rumusnya sih simple bukan menjadi kurus tapi badan tetap bugar dan sehat. Kurus itu sebenarnya adalah bonus dari olahraga.  Modal olahraga sebenarnya sederhana, niat. :-D Soal makan saya tetap makan segala, apalagi saya yang berlatarbelakang suku Minang yang tak lepas dari makanan bersantan. Minimal saya olahraga seminggu 2-3 kali. Mudah-mudahan badan yang bertambah subur ini akan tetap bugar dan tetap bisa berlari jikalau dikejar anjing kelak. 😛 hahahaa Olahraga juga bisa buat kita lebih bahagia kan? awet muda? itu pasti...

Semenjak saya fakum dari bulu tangkis, empat tahun lalu saya memutuskan ikut  kelas yoga. Yoga belum menjadi tren pada saat itu, jadi saya bukan ikutan tren. hehe Saya memilih yoga dikala desas desus haram atau halalnya ikutan olahraga ini karena belum banyak yang tahu apa itu yoga. Yoga juga mempunyai berbagai macam aliran, mungkin aliran yang lebih menitikberatkan pada meditasi yang dianggap haram. Yoga yang saya ikuti adalah aliran ashtanga vinyasa. Aliran bukan berarti saya mengikuti ketaatan dibalik itu tapi hanya gaya/poses yang bermacam-macam yang membentuk badanmu seperti peer atau bola :p hhehee Yoga ya indentik dengan India, saya juga suka semua tentang India. Ini juga bonus saya menyukai India, totalitas. hahhaa Ashtanga Vinyasa itu dipopulerkan oleh  K. Pattabhi Jois yang berasal dari India pada abad ke-20. Tapi dalam kelas saya tidak hanya terus mempelajari ashtanga vinyasa saja, hampir semua jenis yoga juga kami dipelajari seperti: Hatha Yoga,  Iyengar Yoga, Hot Yoga/Bikram, Yin Yang, dan Acroyoga. Saya mendapatkan banyak manfaat dari Yoga. Setiap gerakan dan jenis yoga yang dipelajari memiliki manfaat masing-masing selain untuk meluruskan alignment, fokus pada pengaturan nafas dan gerakan, melatih fokus pada pikiran, meningkatkan kekuatan tubuh, fleksibilitas, dan stabilitas tubuh, serta stretching pada tulang sendi. Nah terbayang kan kalau ikutan yoga? Lengan dan otot-otot mengencang hahha. Yoga ini tidak sekedar meditasi, meditasi ada tapi diakhir sebagai pendinginan yang biasa disebut "SAVASANA". Kelas kami sih menggunakan musik-musik klasik atau barat slow bahkan musik tradisional pada saat pendinginan. 😉 Jadi sekarang yang bikin saya seperti ini bukan lemak katanya tapi massa otot yang bertambah. haha



saya pada saat crow bakasana pose

Selain mengikuti kelas yoga saya juga rutin berlari sabtu atau minggu. Tak perlu jauh harus mencari lapangan lari, cukup keliling kompleks (kalau yang rumah di kompleks). Jauh juga bisa menjadi alasan malas berolahraga lho hahaha Itu saya alami beberapa tahun kebelakang. Alhamdulillah saya rutin minimal kalau tidak sabtu atau minggu, antara jam 06.00 sampai 08.00 pagi hari. Jarak kilometer yang ditempuh juga bervariasi, tidak selalu memaksakan kalau sudah lelah ya berhenti saja, semampunya kita. Sehat tapi tidak juga ngoyo. Cukup 2-5 km sehari. Rata-rata saya lari 3-4 km sehari, itu saja sudah mengeluarkan banyak keringat. Nah, agar tidak bosan selama lari saya mendengarkan musik favorit, musik India contohnya. Lebih baik kan, otak kanan dan kiri juga berfungsi dengan baik. Bagi sebagian orang memang olahraga lari kurang diminati karena cepat lelah, bosan, dan juga pusing. Manfaat saya juga ikut yoga adalah melatih bagaimana mengatur nafas dengan baik, agar tidak terdengar ngos-ngosan. Selain lari saya juga sesekali skipping di rumah. Hanya 1-3 menit saja karena skipping itu susah tapi mudah. hahaha Semua butuh proses. Progres yang dihasilkan tidak harus instan, jika rutin dan punya niat pasti akan sampai pada target. Minimal kita punya target untuk mencapai tantangan tersebut. 🏃

Nah, bagaimana dengan olahraga kalian? Jika ada kemauan pasti ada jalan. Semoga tetap bugar baik yang sudah berolahraga atau belum memulainya 😃

Namaste 👏🙏

gambar: sumber pinterest

Rabu, 12 Juli 2017

Udta Punjab | Narkoba dalam 4 Jiwa

Posted by with 3 comments
Bicara soal narkoba dan peredaraannya  tak hanya Indonesia kini di duniapun ikut merasakan dan membuat kegelisahan serta keterpurukan terhadap generasi muda pada khususnya. Barang-barang tersebut menjadi laris dipasaran ketika keadaan ekonomi seseorang kian merosot atau butuh ketenangan dalam sekejap. Kini, banyak industri perfilman dunia membuat paket lain dalam gambaran kehidupan pengguna dan juga pengedar narkoba.

Udta Punjab dalam Bahasa Inggris berarti High Punjab, suatu istilah yang menggambarkan seputar penyalahgunaan narkoba di bagian Punjab, India utara yang makmur, dan bagaimana para pemuda di sana menjadi pengguna aktif dan kemudan menyerah sehingga terjadi kemerosotan sosio-ekonomi. Film ini menggabungkah kisah sederhana para pejuang 4 jiwa, dalam 1 kisah.

Tejinder "Tommy" Singh yang diperankan oleh Shahid Kapoor, juga dikenal sebagai "Gabru" di antara para penggemarnya, adalah seorang musisi rock dan metal Punjabi muda yang menjalani gaya hidup mewah dan sukses dalam karir musiknya. Ia adalah seorang pecandu berat narkoba. Inspirasi musiknya berasal dari Heroin. Heroin mampu membuatnya semakin bergairah dan menghasilkan karya yang "berantakan". Akibatnya, penggemarnya pun sangat mengagungkan Tommy dan meniru apa yang dilakukannya.

Lain kisah Tommy lain pula kisah gadis desa yang tidak disebutkan namanya diperankan apik oleh Alia Bhatt, yang sering disebut Bauria oleh seorang rekan kerja di ladang. Impiannya adalah menjadi pemain hoki tingkat nasional. Bauria bekerja sebagai buruh tani. Pertanian sebagai akses lain untuk menjajakan narkoba. Suatu malam, saat berkeliaran di ladang, dia menemukan sebuah paket. Setelah merobek isinya dan mencicipinya, dia menyadari bahwa itu adalah semacam obat, dan kemudian ia berpikir untuk untuk menjualnya. Tapi ternyata ia dalam masalah besar, dia dikejar dan ditangkap oleh sekelompok mafia narkoba. Merka malah menyiksa dan melakukan pelecehan seksual, diberikan pula obat-obatan terlarang yang membuat iapun ikut hancur dalam genggaman narkoba.

Di kota tetangga tinggallah Preet Sahni (Kareena Kapoor Khan), seorang dokter dan aktivis yang mengelola pusat rehabilitasi narkoba. Sartaj Singh (Diljit Dosanjh) adalah seorang polisi brida yang terikat pada stasiun kota yang mengetahui tentang penyelundupan obat-obatan yang diharapkan oleh seniornya dalam skala besar. Sartaj mengalami keadaan tersulit ketika adik yang sangat dicintainya juga ternyata terjerat narkotika. Dia berhasil menemukan bahwa di balik masalah narkoba di Punjab adalah seorang pria tua bernama Vikrant yang telah berkembang dengan dukungan dari seniornya di kepolisian, yaitu MP Maninder Brar. Sartaj dan Preeti melakukan tindakan ekstrim untuk mengumpulkan bukti terhadap anggota parlemen dan mengumpulkan sebuah laporan untuk dikirimkan ke Kepolisian. Namun, suatu malam Preet tak sengaja dibunuh oleh Adik Sartaj, yang sedang mencoba melawan keinginanya untuk mengonsumsi narkoba (sakau) di pusat rehabilitasinya. Polisi yang datang untuk menyelidiki pembunuhannya.

Tommy akhirnya ditangkap Sartaj Singh karena sedang pesta narkoba. Tommy Singh, bebas dengan jaminan, lalu kabur ketika sebuah panggung yang dipersiapkan untuk kembali menyambutnya. Bauria juga berhasil kabur dari sekapan mafia narkoba. Mereka kemudian bertemu di suatu tempat sebagai gelandangan, merana. Lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silakan menonton ya teman... :D

Akting dari Shahid Kapoor dan Alia Bhatt sungguh diacungkan jempol bahkan mendapatkan standing ovation dari penonton. Kareena Kapoor Khan dan Diljit Dosanjh pun mampu memukai dalam perannya masing-masing. Adegan demi adegan mampu membuat penonton sesekali menutup mata karena aksi yang sangat mencekam dan penuh kekerasan. Film ini kategori dewasa dan jangan ajak anak-anak untuk menontonnya ya. Saya memberikan apresiasi kepada sutradara Abishek Chaubey, yang berhasil membuat film Bollywood rasa Hollywood. ;) Saya memberikan rating 9/10 ! Akting Alia dan Shahid juga membawa beberapa penghargaan sebagai pemain terbaik tahun 2016. Drugs Di Maa Di!

UDTA PUNJAB | 2016 | Sutradara: Abhishek Chaubey | Penulis Naskah: Sudip Sharma & Abhishek Chaubey | Pemain: Shahid Kapoor, Alia Bhatt, Kareena Kapoor Khan, Diljit Dosanjh| Produksi: Balaji Motion Pictures, Phantom Films


sumber gambar: wikipedia


Sabtu, 13 Mei 2017

Critical Eleven: Cinta Utuh Ale dan Anya

Posted by with 7 comments
Halo rasanya saya sudah lama sekali tidak membuat resensi film Indonesia. heehhee ya mungkin saya belum menemukan film yang "berkelas" yang saya bisa jadikan referensi tontonan. Iya kali ini saya akan mencoba membuat resensi atau mereview film Indonesia. Ini bukan spoiler tapi buat kalian penasaran menonton.

Saya sangat antusias ketika film ini akan dijadikan film layar lebar.  Saya termasuk penggemar novel-novel mbak Ika Natassa yang berasal dari kota Medan. Novelnya sederhana tapi bermakna. Tentunya ekspektasi saya cukup tinggi terhadap film ini. Film yang diadapatasi dari novel berjudul yang sama ini, membuat para pecinta novelnya tak sabar ingin segera menontonnya. Critical Eleven itulah judul film yang kini sedang digandrungi para penonton Indonesia khususnya para pemuda/i. Film ini tanyang pada tanggal 10 Mei 2017 di semua bisokop di Tanah Air. 

Critical Eleven ini diambil dari istilah penerbangan, yaitu sebelas menit paling kritis di pesawat. Momen critical eleven adalah tiga menit setelah lepas landas, dan delapan menit sebelum mendarat. Secara statistika, 80% kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang sebelas menit tersebut. Kemudian, Ika Natassa memaknai istilah ini pada hubungan manusia lewat novel Critical Eleven. Saat pertemuan pertama, tiga menit awal adalah masa untuk menimbulkan kesan baik atau buruk, sedangkan delapan menit terakhir menjadi momen penentuan. Apakah ingin bertemu dan mengenal lebih jauh lagi, atau malah tidak ingin untuk bertemu lagi. 

Sebelum pemilihan karakter Aldebaran Risjad (Ale) dan Tanya L. Baskoro (Anya) saya sudah memprediksi bahwa yang memerankan adalah Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Rasanya espektasi saya pada film ini semakin tinggi, karena keduanya sama-sama adalah para pemain film yang terbaik di Indonesia. Saya pernah menonton chemistry Reza dan Asti di film sebelumnya, yaitu pada Jakarta Maghrib (2010) dan Kapan Kawin (2015) yang menurut saya mereka sangat pas dipasangkan dalam film kali ini. 

Ketika film ini akan ditayangkan menjadi layar lebar, tentu ada beberapa bagian-bagian yang tidak diambil menjadi sekuel di film. Begitupun dengan beberapa penambahan karakter-karakter baru dalam film. Ada beberapa hal yang diubah, namun jalan cerita dalam novel bisa tersampaikan dengan baik pada film ini.  Menurut saya film ini berhasil diadaptasi dan dikemas dengan baik oleh tim penulis skenario yang ditulis oleh Jenny Jusuf, sutradara Monty Tiwa, dan juga produser Legacy Pictures Robert Ronny sekaligus sutradara, serta penulis novel Critical Eleven Ika Natassa. Keempatnya berhasil menuangkan tokoh yang berawal dari fiktif menjadi nyata.

Pesawat menjadi tempat bertemu untuk pertama kalinya Anya Baskoro (Adinia Wirasti) dan Ale Risjad (Reza Rahadian) pada sebuah penerbangan dari Jakarta menuju Sidney. Bagi Anya, bandara adalah rumah keduanya karena pekerjaannya sebagai Konsultan Keuangan Senior, tetapi sebenarnya dia takut terbang. Sementara itu, Ale memiliki hidup di rig atau pengeboran minyak lepas pantai yang membuat dia jarang sekali untuk pulang ke Indonesia. Takdir mempertemukan mereka untuk sama-sama meninggalkan kesan baik dan jatuh cinta. Tiga menit pertama, mereka langsung asyik berbincang. Delapan menit terakhir, mereka menjadi teman baik. Keduanya lantas menikah dan pindah ke New York, tempat Ale bekerja di sebuah kilang minyak. Sejak awal, penonton akan dengan mudah jatuh cinta melihat kemesraan Reza dan Asti saat mereka pertama kali bertemu di pesawat. Kota New York ternyata membawa berkah bagi keduanya: kehamilan Anya yang mengubah hidup mereka.

Ale adalah sosok suami yang mencintai anya dengan keadaan apapun, sekalipun Anya hanya bisa memasak telur dadar. Namun, ale tetap mencintainya. Tak banyak menuntut.  Anya yang independent tidak membuat Ale merasa tersaingi. Anya seorang istri yang rela menunggu suaminya berbulan-bulan untuk kembali ke rumah. Nah suatu ketika, Ale dan Anya diterjang sebuah insiden yang membuat mereka tidak hanya mempertanyakan cinta, namun juga bergejolak dengan ego dan harus memilih atara menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan bertahan dalam ketidakpastian. Pilihan sulit itu bertambah pelik dengan kehadiran seseorang yang sudah lama mencintai Anya. [1] Ketika sebuah kata bisa membuat luka dalam hati. Perubahan sikap keduanya juga membuat hubungan mereka menjadi "hambar". Ketika keduanya saling menyalahkan dan berusaha bangkit dari kejadian masa lalu untuk menghadapi masa depan mereka.



Oh iya film ini adalah film kategori dewasa, 18++, sebaiknya tidak membawa anak di bawah umur 18 hehe. Film yang berdurasi 135 menit ini mampu menghadirkan karakter Ale dan Anya yang natural dan berhasil membuat perasaan penonton seperti naik rollercoaster. Selain karena terus dibuat jatuh cinta, iri dengan keromantisannya, penonton juga bisa ikut hanyut dalam merasakan kepedihan, kemarahan, dan kerapuhan yang dirasakan Ale dan Anya. Naskah yang kuat, didukung ekspresi para aktor dan aktris, membuat Critical Eleven menjadi film drama romantis yang seru untuk ditonton. Keduanya berhasil membuat penonton terbawa perasaan saat Ale dan Anya dalam kebahagian, kesedihan hingga berlinang air mata. Selain Reza dan Asti ada Slamet Rahardjo dan Widyawati membuat film ini menjadi paket lengkap yang kuat secara watak dan juga jalan ceritanya. Ada pemain pendukung lainnya yang menguatkan film ini menjadi lebih hidup. Ada sedih, tawa, kecewa, dan kemudian berujung kebahagian.

Soundtrack berjudul Sekali Lagi yang dibawakan penyanyi Isyana Sarasvati juga berhasil membuat nuansa romantis dan dramatis dibangun oleh film ini. Lirik dan juga suara khas Isyana mampu menarik hati para penonton hanyut dalam karakter keduanya.

Aku tak bisa terus begini, aku tak bisa mengatakan yang sesungguhnya Tak bisa menunggu lagi, pesan ini ku sampaikan sekali lagiKu beri kesempatan terakhirmu.

Film ini menceritakan sebuah hubungan antara suami dan istri dalam menjalani kehidupannya. Hidup seperti roda yang terus berputar. Walau saya belum berumah tangga, setidaknya saya bisa juga mengambil banyak pelajaran dari film ini.  hehe :D Critical Eleven adalah cerita cinta sederhana yang menjadikannya utuh dalam kekuatan cinta di dalamnya. Sesulit apapun masalah dan sekeras apapun keadaan selagi masih ada cinta dan menjaga komitmen, semua itu bisa teratasi bersama. Karena cinta takkan pernah salah memilih. Selamat untuk Reza dan Asti yang sudah menghidupkan tokoh Ale dan Anya dan semua tim CE termasuk mba Ika yang sudah membuat novel cantik ini ;)

Best Quotes:
"Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.” -Tara

"Istri itu seperti biji kopi. Kalau kita sebagai suami yang membuat kopi – memperlakukannya tidak tepat, rasa terbaiknya tidak akan keluar.” -Ayah Ale, Jend. Risjad

"Kalau aja rasa cinta aku sebesar Ale mencintai Anya, aku takkan pernah takut merasa kehilangan" -Harris Risjad 



Critical Eleven | 2017 | Sutradara: Monty Tiwa & Robert Ronny| Penulis skenario: Skenario Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny, Ika Natassa  | Pemain: Reza Rahadian, Adinia Wirasti, Slamet Raharjo, Widyawati Sophiaan, Revalina S. Temat, Refal Hady, Astrid Tiar, Hanna Alrasyid, Hamish Daud,  dll.





Jumat, 05 Mei 2017

rindu yang tak perlu berbalas

Posted by with No comments

aku sebenarnya tidak menyadari betul apa yang sedang dirasakan
mencoba meresapi dengan tenang dan mendalam
perlahan tapi menimbulkan banyak tanya

mencoba menghindarinya perlahan
mencoba mendekatinya jauh
mencoba menganalisa dan
mencoba menelaah

memang benar sudah hampir ribuan hari terlewati
tak ada harap dan tak ada ingin
menanti kumpulan udara menghampiri dan membisikkan sesuatu

sejenak menutupkan mata
ratusan burung terbang
ingin menyampaikan sesuatu
apa itu yang aku nantikan?

kemudian aku membuka mata
menghela nafas ditengah padang rumput yang indah
yang ku lihat adalah awan yang begerak lembut
selembut hati ini merasakan

aku tahu ini adalah keadaan salah
tapi aku tidaklah melakukan kesalahan
karena merindukanmu tidak lagi dalam keadaan sama
semoga alam semesta membantuku menampaikannya
walau hanya sekedar membisikkan namaku saja padanya
aku yang menjelma menjadi udara yang perlahan menghembuskannya
sebentar hanya sebentar saja

menuliskan perasaan ini pada langit
kemudian membawanya pergi bersama senja
dan semoga senja akan melukiskan perasaanku

inilah rindu yang tak perlu berbalas
kyunki main kabhi badal jaega


Bandung, 5 Mei 2017




Rabu, 12 April 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 3: Bahasa Sehari-hari)

Posted by with 2 comments
Halo! Salm, Namastey! Nah, Setelah kita mengenal beberapa struktur dalam Bahasa Hindi. Kali ini saya akan memberikan kata atau kalimat yang biasa digunakan pada percakapan sehari-hari. 

Kata Tanya
Apa : क्या (Kya)
Mengapa : क्यों (Kyon atau Kyu)
Bagaimana : कैसा (Kaisa atau Kaise)
Siapa : कौन (Kaun atau Kon)
Berapa : कितना (Kitna atau Kitne)
Kapan : कब (Kab)
Di mana / ke mana : कहां (Kahaan)
Ada Apa: Kya Hua?

Nama-nama hari:
Senin = Somvaar
Selasa = Mangalvaar
Rabu = Budhvaar
Kamis = Guruvaar
Jumat = Shukravaar
Sabtu = Shanivaar
Minggu = Ravivaar

Nama-nama Bulan:
Januari = Janvari
Februari = Pharvari
Maret = Maarca
April = Aprail
Mei = Mai
Juni = Jun
Juli = Julai
Agustus = Agasta
September = Sitambar
Oktober = Aktubar
November = Navambar
Desember = Disambar

Warna = Rang ( रंग )Putih = Safed ( सफ़ेद )
Hitam = Kaala ( काला )
Coklat = Bhoora ( भूरा )
Hijau = Hara ( हरा )
Biru = Neela ( नीला )
Merah = Laal ( लाल )
Jingga = Naarangi ( नारंगी )
Merah muda = Gulaabi ( गुलाबी )
Ungu = Baingni ( बैंगनी )

Arah atau Tempat
Di sini = Idhar ( इधर )
Di sana = Udhar ( उधर )
Di atas = Upar ( ऊपर )
Di bawah = Neeche ( नीचे )
Di belakang = Peechhe ( पीछे )
Bagian dalam = Andar ( अन्दर )
Bagian luar = Baahar ( बाहर )
Sekitar / keliling = Aaspaas ( आसपास )
Kanan = Daayaan ( दायाँ )
Kiri = Baayaan ( बायाँ )
Utara = Uttar ( उत्तर )
Selatan = Dakshin ( दक्षिन )
Timur = Purv ( पुर्व )
Barat = Pakshim ( पक्षिम )
Di/di dalam = Mein ( में )

Kata Hubung [1]
Aur ( और ) = Dan
Tathaa ( तथा ) = Dan
Lekin ( लेकिन ) = Tapi
Yaa ( या ) = Atau
Agar ( अगर ) = Jika
Yadi ( यदि ) = Jika
Jaisa ( जैसा ) = Seperti / Sebagai
Phir ( फिर ) = Jadi / begitu
Ke baad ( के बाद ) = Lalu / kemudian
Ab tak ( अब तक ) = Hingga / sampai
Kyonki ( क्योंकि ) = Karena
Isliye ( इसलिये ) = Karena itu
Bhi ( भी ) = Juga
Se pehle ( से पहले ) = Sebelum
Ke peechhe ( के पीछे ) = Belakang
Ke bagal ( के बगल ) = Di samping
Ke saath ( के साथ ) = Bersama
Ke bina ( के बिना ) = Tanpa
Ab bhi ( अब भी ) = Masih
Ke liye ( के लिए ) = Untuk
Bheetar ( भीतर ) = Dalam
Aalaava ( आलावा ) = Kecuali

Waktu [2]
Hari ini = Aaj
Pagi ini = Aaj subah
Siang ini = Aaj dopahar
Sore ini = Aaj shaam
Malam ini = Aaj raat
Besok / Kemarin = Kal
Besok pagi / Kemarin pagi = Kal subah
Besok siang / Kemarin siang = Kal dopahar
Besok sore / Kemarin sore = Kal shaam
Besok malam / Kemarin malam = Kal raat
Minggu ini = Is hafte
Bulan ini = Is mahine
Tahun ini = Is saal
Minggu lalu = Pichhle hafte
Bulan lalu = Pichhle mahine
Tahun lalu = Pichhle saal
Minggu depan = Agle hafte
Bulan depan = Agle mahine
Tahun depan = Agle saal
Seringkali = Aksar
Sekarang = Ab / Abhi
Sampai hari ini = Aaj tak
Pada waktu sekarang / Zaman sekarang = Aajkal
Kadang-kadang = Kabhi Kabhi
Tidak pernah = Kabhi nahi
Lusa = Parson
Harian = Roz
Setiap hari = Har din
Setiap bulan = Har mahina
Setiap tahun = Har saal
Setiap minggu = Har hafta
Selamanya = Hamesha ke liye
Pratidin = Tiap hari
Maasik = Bulanan
Saataahik = Mingguan

Kata Keterangan
Nazdeek = Dekat
Door = Jauh
Zor se = Dengan nyaringnya
Chupchaap = Dengan sunyi
Sadaa / Hamesha = Selalu
Hamesha ke liye = Selamanya
Ab = Sekarang
Tab = Lalu / Kemudian / Maka
Jab = Ketika
Sheegra = Segera
Jaldi = Dengan cepat
Aakhir = Setelah / akhir
Ant mein = Pada bagian akhir
Neeche = Di bawah
Upar = Di atas
Idhar = Di sini
Udhar = Di sana
Lag-bhag = Kira-kira
Turant = Dengan segera
Achaanak = Tiba-tiba
Buri tarah = Dengan buruknya
Jab bhi = Sewaktu-waktu / kapan-kapan
Sachmuch = Benar-benar
Chhipkar = Diam-diam
Pahle = Pada mulanya
Parantu = Tapi
Ke bare mein = Tentang
Bilkul = Memang
Aksmaat = Secara kebetulan / tidak sengaja
Tadnasaar = Karena itu
Vaastav mein = Sebenarnya
Aakramaak = Dengan agresif
Aage = Di depan / lebih dulu
Tathaakaam = Kemudian lain
Saalaana = Tiap-tiap tahun
Adhiktar = Sebagian besar / kebanyakan
Aamtaur par = Biasanya
Bhay se = Sangat
Bahut = Sangat
Maatr = Sedikit / jarang
Zaroor = Pasti
Dhyaan se = Dengan hati-hati
Irshyaa = Dengan cemburu


Anggota Keluarga
Parivaar ( परिवार ) = Keluarga
Maata ( माता ) = Ibu
Pita ( पिता ) = Ayah
Bhai ( भाई ) = Saudara laki-laki
Bahan ( बहन ) = Saudara perempuan
Beta / Putra ( बेटा / पुत्र ) = Anak laki-laki
Beti / Putri ( बेटी / पुत्री ) = Anak perempuan
Naana ( नाना ) = Kakek (maternal)
Naani ( नानी ) = Nenek (maternal)
Daada ( दादा ) = Kakek (paternal)
Daadi ( दादी ) = Nenek (paternal)
Mausi ( मौसी ) = Kakak perempuannya ibu
Boa ( बोआ ) = Kakak perempuannya ayah
Maama ( मामा ) = Kakak laki-lakinya ibu
Chaacha ( चाचा ) = Paman
Chaachi ( चाची ) = Bibi
Taaya ( ताया ) = Kakak laki-lakinya ayah

NB =
Maternal= Pihak ibu
Paternal= Pihak ayah

Angka/Bilangan
Nol: shunya/sifer
Satu: eyk
Dua: do
Tiga: tin
Empat: chaar
Lima: paanch
Enam: chey
Tujuh: saat
Delapan: aat
Sembilan: no
Sepuluh: das
Sebelas: gyaarah
Dua belas: baarah
Tiga belas: teyrah
Empat belas: chodah
Lima belas: pandraah
Enam belas: solaah
Tujuh belas: satrah
Delapan belas: ataaraah
Sembilan belas: unnis
Dua puluh: bis
100 = Sau
1000 = Hazaar
100.000 = Lakh
10.000.000 = Karod
1.000.000.000 = Arab
100.000.000.000 = Kharab

Pertama : Pahla ( पहला )
Kedua : Doosra ( दूसरा )
Ketiga : Teesra ( तीसरा )
Keempat : Chautha ( चौथा )
Kelima : Paanchva ( पांचवा )
Keenam : Chhatva ( छटवा )
Ketujuh : Saatvaan ( सातवाँ )
Kedelapan : Aathvaan ( आठवाँ )
Kesembilan : Nauvaan ( नौवाँ )
Kesepuluh : Dasvaan ( दसवाँ )

Angka dalam aksara Devanagari:
० = 0
१ = 1
२ = 2
३ = 3
४ = 4
५ = 5
६ = 6
७ = 7
८ = 8
९ = 9

Beberapa Ungkapan Dasar dalam Bahasa Hindi [3]
Halo = Namaste
Permisi / maaf = Mujhe maaf kijiye
Tunggu sebentar = Ek minat
Silakan / tolong (please) = Kripya
Terima kasih = Dhanyawaad/Shukriya
Tidak apa-apa = Koi baat nahi
Tidak= Nahi
Sudah lama tak jumpa! = Bahut deen se aapko dekha nahi
Selamat datang = Aapka swagat hai
Selamat pagi = Suprabhaat
Selamat sore = Shubh sandhya
Sampai jumpa = Phir milenge
Selamat Tinggal! = Alvida
Selamat! = Badhaai ho
Selamat ulang tahun = Janmdin ki hardik shubhkamnaye/Janam Din ki badhai/Janam Din Mubarak
Selamat tahun baru = Nav warsh ki diwas hardik shubhkamnaye
Senang bertemu dengan Anda = Aapse milkar khushi hui
Dengan senang hati = Meri khushi hai
Aku sangat merindukanmu! = Mujhey aapkee bahut yaad aaee
Aku Mencintaimu (laki-laki)= Main tumse pyar kartha hoon
Aku Mencintaimu (perempuan)= Main tumse pyar karthee hoon
Cinta= Pyar, Ishq, Mohabbat, Dholna
Teman/persahabatan= Dosti
Shadi= pernikahan/menikah

Siapa nama Anda? = Aapka naam kya hai?
Nama saya.... = Mera naam..... hai
Apakah Anda bisa bicara bahasa Inggris? =
Kya aap angrezi bol sakte hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sakte' menjadi 'sakti')
Bahasa Inggris adalah bahasa pertamaku = Angrezi meri pehli bhasha hai
Apakah Anda bisa bicara bahasa Hindi? = Kya aap hindi bol sakte hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sakte' menjadi 'sakti')
Ya, saya bisa bicara bahasa Hindi = Haan, main hindi bol sakta hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sakta' menjadi 'sakti')
Saya sedang mempelajari bahasa Hindi = Main hindi sikh raha hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'sikh raha' menjadi 'sikh rahi')
Apa pekerjaan Anda? = Aap kya kaam karte hain?
Saya adalah.... = Main ek.... hoon
Dari mana Anda berasal? = Aap kahan se hain?
Saya berasal dari... = Main.... se hoon
Di mana Anda tinggal? = Aap kahan rehte hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'rehte' menjadi 'rehti')
Saya tinggal di... = Main.... mein rehta hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'rehta' menjadi 'rehti')

Apa kabar? = Aap kaise hain?
Saya baik = Main theek hoon
Senang bisa mendengar itu = Sunkar khushi hui
Baiklah = Theek hai/Achha
Saya tidak baik = Main theek nahi hoon
Saya sakit = Main beemar hoon
Semoga lekas sembuh = Jaldi se theek ho jaao
Saya bahagia = Main khush hoon
Saya sedih = Main dukhi hoon
Saya marah = Main naaraz hoon
Saya gembira = Main utsaahit hoon
Saya lapar = Main bhookha hoon
Saya haus = Main pyaasa hoon
Saya lelah = Main thak gaya hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'thak gaya' menjadi 'thak gayi')
Saya mengantuk = Mujhe neend aa rahi hai

Apakah Anda sibuk? = Kya aap vyast hain?
Ya, hari ini saya sangat sibuk = Haan, main aaj bahut vyast hoon
Benarkah? = Sacchi?
Ini berapa (harganya)? = Kitne ka hai?
Anda ingin pergi ke mana? = Aap kahan jaa rahe hain?
(Jika orang yang kamu tanyakan adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'jaa rahe' menjadi 'jaa rahi')
Apa ini? = Yeh kya hai?
Saya tidak tahu = Main nahi jaanta hoon
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'jaanta' menjadi 'jaanti')
Apakah Anda menyukainya? = Aapko pasand hai?
Ini jam berapa? = Kitne baje hain?
Tolong datanglah kemari = Yahaan aaiye
Ayo cepat! = Jaldi kijiye!
Saya telat = Mujhe der ho rahi hai
Apakah saya bisa membantu Anda? = Kya main aapki madad kar sakta hoon?
(Jika kamu adalah seorang perempuan, silakan ganti kata 'madad kar sakta' menjadi 'madad kar sakti')
Tolong dengar! = Suniye
Lihatlah! = Dekho
Tolong berhenti! = Rukiye
Tinggalkan aku sendiri! = Mujhe akela chhod do
Tolong tunggu! = Prateeksha kijiye
Aku tidak bisa bicara bahasa Hindi, tapi aku sedang mempelajarinya= Main hindi bol nahi sakte / sakti, lekin main hindi sikh raha / rahi hoon

Sekarang ini anda tidak lag kesulitan mempelajari Bahasa asing yang digemari. Terdapat banyak perangkat belajar melalui internet untuk penutur bahasa Hindi pemula yang berfokus pada frasa-frasa dan kata-kata dasar serta elemen bahasa yang lebih kompleks, seperti konjugasi, verba, adjektiva, dan suara bahasa Hindi. Terdapat video mengenai pelafalan bahasa Hindi yang dapat ditemukan di sini: http://www.linguanaut.com/videos.htm.
Anda dapat mengakses podcast yang berfokus pada pembelajaran bahasa Hindi di sini: http://www.hindipod101.com/?src=bc_LearnHindi1_Search_learning%20Hindi_{creative}_{placement}. [4]

Bagi anda penggemar serial tv india, lagu-lagu, atau film india, percakapan ini akan sering anda dengar dan akan mempermudah anda belajar atau mengenal Bahasa Hindi. Seperti saya yang senang menonton serial tv india (tanpa dubbing Indonesia) atau film-filmnya, kadang-kadang saya mendengarkannya tanpa membaca subtitle. Lebih memudahkan lagi apabila mendengarkan lagu-lagu India dan menerjemahkan sendiri. Banyak ditemukan kosa kata persamaan katanya.

Saat ini di Indonesia sedang demam India, tapi tidak dengan saya. Saya dari dulu bahkan :p. Kecintaan saya sama India, seperti anak-anak muda yang gemar Korea atau Jepang. Mungkin saya agak unik karena anti mainstream. hahaha Tidak hanya menyukai Bahasanya, tapi juga film, pakaian, budaya, tarian, nyanyian, artisnya dan lainnya.  Mulai dari nama, wajah, warna kulit, komunitas, mereka menyebut saya India!  Uwooh :D. Katanya, di sana tidak sebersih Indonesia. Ya memang, tapi ada beberapa kota yang lebih bersih dari sana kok. Nah, Setidaknya jikalau saya diberikan kesempatan mengunjungi India, sedikitnya bisa mempergunakan bahasanya. hehee  Insyaallah. Gak cuman India yang ingin saya kunjungi tapi Negara tetangganya, Pakistan.  Semoga saja sampai sana yah. Kan, hidup berawal dari mimpi-mimpi bukan?

Namaste! Phir milenge! :-)

Gambar: http://www.freepik.com/free-photos-vectors/india




Kamis, 23 Maret 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 2: Penghubung [to be])

Posted by with 2 comments
Saya akan mencoba melanjutkan bahasan mengenai belajar Bahasa Hindi. Sebelumnya kalian bisa membaca bagian satunya di sini. Belajar Bahasa Hindi tidaklah sesederhana Bahasa Indonesia dalam penggunaan kalimat atau imbuhannya. Hindi juga banyak menerapkan sistem  Bahasa Inggris, ada kalimat dalam bentuk past tense, present, atau Continuous. Tapi kali saya tidak akan membahas mengenai itu. Kita belajar hal-hal dasar dalam Bahasa Hindi terlebih dahulu.

Dalam Hindi juga dikenal istilah to be seperti Bahasa Inggris. To be adalah kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara objek dengan subjek dan juga berfungsi sebagai kata kerja bantu dalam sebuah kalimat. To be dalam bahasa Hindi selalu diletakkan di akhir kalimat. Namun, dalam konteks komunikasi sehari-hari, orang India biasa meletakkan to be di tengah kalimat, sesudah subjek ataupun di awal kalimat. [1]

Saya: I am : Main ... hoon ( मैं ... हूँ )
Kamu: You are: Aap ... hain ( आप ... हैं )
Kamu: You are: Tum ... ho ( तुम ... हो )
Kamu: You are: Tu ... hai ( तु ... है )
Kami: We are: Hum ... hain ( हम ... हैं )
Dia: He / she / it is: Yah / vah ... hai ( यह / वह ... है )
Mereka: They are: Ye / ve ... hain ( ये / वे ... हैं )

Jadi, "hain" digunakan untuk kata ganti orang Kamu, Kami, dan Mereka. "Hoon" hanya milik kata ganti saya, sedangkan "hai" untuk kamu atau dia (laki-laki/perempuan).

Dalam Hindi juga ada perubahan kata ganti pada orang, seperti I menjadi Me yang disebut dengan oblique case adalah sebuah kasus perubahan posisi sebuah kata dari posisi subjek menjadi objek.

Saya/aku: Main --> Mujh ( मुझ )
Kita / kami: Hum ( हम )
Kau: Tu --> Tujh ( तुझ )
Kamu: Tum ( तुम )
Anda: Aap ( आप )
Dia/ini (dekat): Yah --> Is ( इस )
Dia/itu (jauh): Vah --> Us ( उस )
Mereka/ini (dekat): Ye --> In ( इन )
Mereka/itu (jauh): Ve --> Un ( उन )

Kata 'hum', 'aap' dan 'tum' tidak terjadi perubahan bentuk.

Misalnya sering ditemukan pada lirik lagu Hindi atau percakapan sehari-hari yang sederhana  "tum mujhse pyaar karte ho" memiliki arti "Kamu mencintaiku". Main yang arti saya berubah menjadi mujhse karena 'aku' berperan sebagai objek. Setelah ada Mujh ada akhiran -se tu karena -se salah satu postposisi dalam bahasa Hindi yang memiliki arti 'dengan' atau 'dari'. Kalau diartikan secara per kata kalimat "tum mujhse pyaar karte ho" itu berarti 'Kamu cinta denganku'. [2]

Mujh + ko = Mujhko / mujhe (padaku)
Tum + ko = Tumko / tumhe (padamu)
Aap + ko = Aapko (pada Anda)
Tu + ko = Tujhko / tujhe (pada kau)
Hum + ko = Humko / hamen (pada kita/kami)
Is + ko = Isko / ise (padanya)
Us + ko = Usko / use (padanya)
In + ko = Inko / inhe (pada mereka)
Un + ko = Unko / unhe (pada mereka)
……
Mujh + se = Mujhse (denganku/dariku)
Hum + se = Humse (dengan kita/dari kita)
Tum + se = Tumse (denganmu/darimu)
Tu + se = Tujhse (dengan kau/dari kau)
Aap + se = Aapse (dengan Anda/dari Anda)
Is + se = Isse (dengannya/darinya)
Us + se = Usse (dengannya/darinya)
In + se = Inse (dengan mereka/dari mereka)
Un + se = Unse (dengan mereka/dari mereka)

Partikel 'Ji ( जी )'dalam bahasa Hindi digunakan untuk menunjukan rasa hormat kepada orang yang sedang kita ajak bicara atau partikel 'Ji' digunakan jika kita sedang bicara dengan orang yang lebih tua dengan maksud untuk memberi rasa hormat kepadanya. Orang-orang India seringkali menggunakan atau menyelipkan kata 'Ji' dalam percakapan sehari-hari. [3] Misalnya: Apakah Anda seorang dokter? = Kya aap ek daaktar hain ji?


http://id.wikihow.com/Mempelajari-Bahasa-Hindi

Kamis, 16 Maret 2017

Belajar Bahasa Hindi (Part 1: Dasar Bahasa Hindi)

Posted by with 2 comments


Halo-halo kali ini saya akan mengulas sedikit tentang keberagaman Bahasa Hindi. Saya juga sambil belajar mempelajarinya. Mengapa India? Karena saya menyukai semua tentang India baik Film, Serial TV, Budaya, Pariwisatanya, juga makanannya. Sampai-sampai saya juga dikira memiliki garis keturunannya :p. Mungkin karena Ayah saya sih, sejak muda sudah menyukai film India.

India juga hampir sama dengan Indonesia memiliki bahasa lain selain bahasa Ibunya, Hindi. Setiap daerah di India, juga memiliki bahasa daerahnya sendiri. Menurut Sensus India 2001, India memiliki 122 bahasa utama dan 1599 bahasa lainnya (wikipedia), di antaranya Hindi • Gujarati • Kannada • Kashmir • Bengali • Malayalam • Marathi • Nepal • Odia • Punjabi • Sanskerta • Sindhi • Tamil • Telugu • Tulu • Urdu, dsb. Bahasa Indonesia merupakan bahasa serapan yang berasal dari bahasa Sansekerta dan Hindi, maka dari itu bahasa Indonesia dan Hindi ditemukan banyak kesamaan.

Bahasa Hindi (मानक हिन्दी) adalah bahasa resmi utama Negara India selain bahasa Inggris, dan dituturkan sebagai bahasa persatuan tersebarnya penduduk India di seluruh dunia. Hindi berakar dengan bahasa-bahasa Indo-Arya seperti Sanskerta, Urdu, dan Punjabi, selain bahasa-bahasa Indo-Iran dan Indo-Eropa, seperti Tajik, Pashto, Serbo-Kroasia, hingga Inggris. Seperti di Indonesia yang memiliki Aksara Nusantara; Jawa, Bali, atau Sunda, India juga memiliki Aksara Hindi bernama Aksara Devanagari yang digunakan sebagai abjad resmi dalam penulisan bahasa Hindi.

Sebelumnya sudah ada website wikihow yang menerangkan tentang bagaimana penggunaan bahasa Hindi. Namun, kali ini saya akan mencoba menerangkan sedikit-sedikit tentang penggunaan bahasa Hindi dan beberapa bahasa yang sering digunakan. Bagi yang senang menonton serial TV India (tanpa dubbing) atau filmnya akan familiar dengan kata-kata atau kalimat yang akan saya terangkan nanti. Dalam bahasa Hindi ada beberapa pelafalan yang berbeda dengan huruf, penekanan pada pembacaannya, lalu ada juga penggunaan kata ganti pemilik, orang, baik tunggal atau jamak.
 

Kata Ganti Pemilik 

Ada penggunaan kata ganti pemilik:
  • Milikku = Mera / Meri / Mere (Jamak)
  • Milik Anda = Aapka / Aapki / Aapke (Jamak)
  • Milikmu = Tumhara / Tumhari / Tumhare (Jamak)
  • Milik kau = Tera / Teri / Tere (Jamak)
  • Miliknya = Iska / Iski / Iske (dekat) (Jamak)
  • Miliknya = Uska / Uski / Uske (jauh) (Jamak)
  • Milik kita/kami = Hamara / Hamari / Hamare (Jamak)
  • Milik kalian = Aapka / Aapki / Aapke (Jamak)
  • Milik mereka = Inka / Inki / Inke (dekat) (Jamak)
  • Milik mereka = Unka / Unki / Unke (jauh) (Jamak)
Lalu apa beda dari ketiga kata ganti tersebut? Nah, semua kata benda dalam bahasa Hindi memiliki jenis kelamin, yaitu maskulin (M) dan feminin (F). Jenis kelamin kata benda itu sangat penting untuk kita ketahui karena akan berpengaruh pada kalimat, termasuk penggunaan kata ganti kepemilikan. [1]
Misalnya:

  1. Kata 'Mera' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin maskulin yang berjumlah hanya satu.
  2. Kata 'Meri' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin feminin, baik yang berjumlah hanya satu atau lebih dari satu.
  3. Kata 'Mere' digunakan untuk kata benda berjenis kelamin maskulin yang berjumlah lebih dari satu.
Sebuah aturan sangat umum untuk menentukan jenis kelamin kata benda adalah kata-kata yang berakhir dengan bunyi vokal आ aa biasanya maskulin, kata benda maskulin yang tidak memiliki akhiran apa-apa juga bisa kita pakai untuk mengetahui apa jenis kelamin dari kata benda tersebut, misalnya Naam (Nama), Ghar (Rumah), dsb. Sementara kata-kata yang berakhir dengan bunyi vokal ई ee biasanya feminin. Kata benda feminin juga dibagi menjadi dua. Kelompok pertama adalah kata benda feminin yang berakhiran dengan huruf vokal -i atau -iya, misalnya Saari (kain Sari), Budhiya (Wanita tua)  Akan tetapi, ada banyak pengecualian untuk aturan ini, jadi Anda harus mempelajari jenis kelamin setiap kata benda dengan mengingat dan berlatih.

Sebagai contoh: kata benda untuk jenis kelamin maskulin adalah: larkaa (M) dan kata benda untuk jenis kelamin feminim adalah: larkee (F). Jadi, dalam kasus ini, aturan penentuan jenis kelamin yang umum berlaku. Di sisi lain, kata benda seperti केला kelaa (pisang) (M) dan mez - meja (F) atau ghar - rumah (M) merupakan pengecualian terhadap aturan umum penentuan jenis kelamin. Ada kata benda feminin juga yang tidak memiliki akhiran apa-apa. Contoh : Kitaab  (Buku), Maata  (Ibu), Aurat (Wanita) [2]


Kata Ganti Orang
Berikut adalah kata ganti orang dalam bahasa Hindi:
  • Saya/aku : Main ( मैं )
  • Anda : Aap ( आप )
  • Kamu : Tum ( तुम )
  • Kau : Tu ( तू )
  • Dia (dekat) : Yah ( यह )
  • Dia (jauh) : Vah ( वह )
  • Kita / kami : Hum ( हम )
  • Mereka (dekat) : Ye ( ये )
  •  Mereka (jauh) : Ve ( वे )
Ada tiga kata dalam bahasa Hindi yang bisa digunakan untuk merujuk kepada kata ganti orng kedua tunggal (Kamu), yaitu 'Aap', 'Tum', dan 'Tu'. [3]
  • 'Aap' digunakan kepada orang yang lebih tua dari kita, orang yang dihormati atau orang yang baru kita kenal.
  • 'Tum' digunakan kepada teman sebaya.
  • 'Tu' digunakan kepada orang yang sudah benar-benar akrab

Kata Ganti Penunjuk
Berikut adalah kata ganti penunjuk dalam bahasa Hindi:
- Ini (dekat) : Yah/Ye (Jamak)
- Itu (dekat) : Vah/Ve (Jamak)
- Ini (jauh) : ye
- Itu (jauh) : Ve

Contoh: Ini adalah bukuku (Yah meri kitaab hai); Itu adalah kucing-kucingku: (Ve meri billiyan hain)


Kata ganti tak tentu 
Kata ganti tak tentu adalah kata ganti yang digunakan untuk benda yang belum jelas wujud, jumlah, ataupun asalnya.Ada dua kata ganti tak tentu dalam bahasa Hindi, yaitu 'Koi' dan 'Kuchh'. 'Koi' digunakan untuk manusia sedangkan 'Kuchh' digunakan untuk benda.
Contoh:
Seseorang sedang duduk di sana: (Koi wahaan baitha hua tha)

Nah, apabila kita ingin membuat kalimat dalam bentuk negatifnya, kita hanya perlu menambahkan kata 'Nahi/Nehi' setelah kata 'Koi' dan 'Kuchh'.
Contoh: Tidak ada siapapun di rumah (Ghar pe koi nahi hai) [3]


Kata Ganti Penanya   
Kata ganti penanya adalah kata ganti yang berfungsi untuk menanyakan benda, keadaan, jumlah, dll. Kata ganti penanya dalam bahasa Hindi:
- Apa?: Kya ( क्या )
- Mengapa?: Kyon ( क्यों )
- Bagaimana : Kaisa ( कैसा ) /Kaisi/Kaise
- Siapa?: Kaun ( कौन )
- Berapa?: Kitna ( कितना ) /Kitni/Kitne
- Kapan?: Kab ( कब )
- Di mana/ke mana? : Kahan ( कहां )

Contoh:
Ada Apa? Kya hua?
Apa kabar?
Aap kaise hai? 
Apa yang sedang kamu lakukan? Tum kya kar rahe ho?
Siapa nama Anda? Aapka naam kya hai?
Anda siapa? Aap koun hai? 
Ada apa denganmu? Kya hua tumko?
Ih Kamu gila? 
Pagal ho tum?

Pasti banyak pertanyaan, mengapa sih di setiap akhir kalimat bahasa hindi selalu ada kata 'Hai'/'Hain'?. Kata 'Hai' dan 'Hain' itu sendiri adalah kata bantu atau to be dalam bahasa Hindi, yang memiliki fungsi yang sama dengan kata 'am', 'is' atau 'are' dalam bahasa inggris atau dalam bahasa indonesia kata 'adalah' atau ialah.

Nah, Bagiamana? sedikitnya anda mengerti Bahasa Hindi yah. Nanti saya akan memberikan beberapa kata/kalimat yang sering digunakan saat percakapan sehari-hari. Saat membaca ini kepalanya jangan ikut gerak-gerak ya.. heu. Shukriyaa! Namaskar!

... to be continue... :)


 https://id.duolingo.com/images/courses/hi/full_colored.svg